Tips Memahami Polis Asuransi Unitlinked

Produk asuransi bukanlah produk sederhana. Apalagi unitlinked, ketika asuransi digabung dengan investasi. Ribetnya bertambah jadi dua kali. Anda benar-benar harus berhati-hati. Telitilah sebelum membeli.

Memang, biasanya sales asuransi punya seribu satu cara untuk membujuk calon nasabah. Dalam kondisi terlena, bukan tidak mungkin kita akan “iya-iya” saja saat ditawari untuk membeli produk asuransi. Tapi jangan khawatir, masih ada kesempatan untuk mempertimbangkan keputusan dengan lebih matang.

Menurut aturan yang berlaku, calon nasabah memiliki waktu untuk berpikir selama 14 hari kerja sebelum masa aktif polis berlaku. Waktu berpikir atau waiting period itu dihitung sejak nasabah menerima berkas polis yang dikirimkan oleh perusahaan asuransi.

Jadi, masih ada waktu bagi calon nasabah untuk berpikir dan meneliti dengan seksama polis asuransi yang berisi perjanjian antara kedua belah pihak yakni nasabah dan perusahaan asuransi. Di sinilah sebenarnya fase terpenting yang sangat menentukan.

Perlu usaha ekstra untuk membaca polis asuransi. Bahasa yang digunakan umumnya ‘mbulet’ dan sangat teknis, khas bahasa kontrak perjanjian perdata. Kontrak polis juga biasanya tebal, berlembar-lembar, bikin puyeng duluan sebelum dibaca.

Tapi jangan buru-buru menyerah, karena kontrak polis memang harus dibaca baik-baik. Tidak bisa tidak. Agar tidak terlalu pusing, ada triknya kok.

Pertama, fokuslah pada bagian “ketentuan khusus” yang berisi penjelasan mengenai hal-hal yang dijamin dan tidak dijamin’. Ini penting, agar Anda tahu persis risiko apa saja yang dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi dan risiko mana yang menjadi tanggung jawab Anda sendiri. Segala syarat dan ketentuan harus diperhatikan.

Ada contoh bagus terkait ini. Masih ingat kasus Doel anaknya Ahmad Dhani yang menabrak beberapa orang sampai menyebabkan korban meninggal? Saat itu, asuransi Prudential tidak bersedia membayar klaim asuransi. Apakah Prudential menipu? Tentu tidak. Dalam hal ini, perusahaan asuransi tidak perlu membayar klaim asuransi karena Doel tidak mematuhi aturan hukum yang berlaku. Doel tidak punya SIM. Soal ini sudah tertera jelas di dalam polis, di bagian “ketentuan khusus”.

Kedua, perhatikan secara seksama di bagian detil pembiayaan. Bagian ini menjelaskan pembagian uang premi ke dalam pos asuransi dan pos investasi. Anda harus membacanya secara cermat sebelum membubuhkan tanda tangan.

Dalam asuransi unitlinked, dana yang kita setorkan akan dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian untuk asuransi, satu bagian lagi untuk investasi. Porsinya bisa diatur sesuai keinginan. Nah, yang perlu Anda perhatikan adalah bagaimana perhitungan biaya asuransi dan dampaknya terhadap investasi Anda.

Ketika berpromosi, sales asuransi biasanya akan memberikan contoh pertumbuhan hasil investasi. Sales akan menunjukkan infografis yang dicetak di brosur atau dipresentasikan lewat i-Pad. Intinya sih para sales itu akan menunjukkan ‘potensi keuntungan’ yang bisa didapat jika nasabah menginvestasikan uangnya melalui mereka.

Tak jarang, para sales ini memberikan hitung-hitungan kasar hasil investasi yang akan didapatkan nasabah jika memilih menginvestasikan uangnya melalui produk unitlinked yang mereka jual. Misalnya saja, nasabah akan mendapatkan uang sekian ratus juta jika menyetorkan uang secara rutin selama sekian tahun.

Eits, jangan dulu terlena. Semua penjelasan sales itu hanya ilustrasi. Penjelasan itu penting untuk memberikan gambaran bagaimana proyeksi ke depan. Tapi, sekali lagi, itu hanya ilustrasi. Tidak ada satu pun orang yang mampu menjamin hasil investasi akan seberapa besar. Pada kenyataannya, hasil investasi bisa lebih baik dibandingkan ilustrasi yang diberikan, atau justru jeblok. Ada potensi keuntungan, ada pula risiko kerugian.

Ketiga, pastikan Anda memilih produk yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Salah satu keunggulan produk asuransi unitlinked adalah fleksibilitas yang ditawarkan. Nasabah bisa memilih beragam proteksi yang dibutuhkan, mulai dari asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, asuransi pendidikan, apapun ada. Pilihlah proteksi yang paling pas.

Ketiga trik itu hanya bisa dipraktikkan jika Anda mau meluangkan waktu untuk membaca polis. Sekali lagi, polis adalah kunci, bukan rayuan penuh gula-gula dari sales asuransi. Membaca polis asuransi akan membuat Anda benar-benar memahami produk yang Anda beli.

Setelah menyimak ketiga tips di atas namun tetap saja bingung, maka bertanyalah kepada orang yang paham mengenai asuransi. Bertanya ke financial planner, misalnya. Malu bertanya sesat di jalan, kata orang bijak.

Saya sendiri mendapatkan seluruh informasi ini dari berbagai sumber. Sebagai reporter yang sehari-hari meliput isu finansial, saya berkesempatan bertanya kepada para ahli asuransi, para direktur perusahaan asuransi, hingga para tenaga pemasar asuransi.

Saya merasa perlu mengetahui secara detail setiap produk jasa keuangan, agar saya bisa paham betul sebelum menyampaikan informasi kepada pembaca. Jangan sampai saya tersesat dan menyesatkan orang lain 😀

Asuransi Unitlinked, Teliti Sebelum Membeli

Jaminan Pensiun Bukan Cuma Buat PNS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *