Tips Aman Bertransaksi di ATM

hoax-edited

“Jika Anda dirampok di ATM, jangan dilawan. Masukkan saja PIN secara terbalik, maka akan ada alarm yang akan tersambung ke petugas keamanan dan polisi akan segera datang.” Demikian kurang lebih isi imbauan yang dipublikasikan oleh akun ‘Resmob Polri’ dan menjadi viral di media sosial.

Saya sejak awal skeptis dengan informasi itu, terutama karena logo ‘Resmob Polri’ yang beredar dalam gambar itu tidak saya temukan di Facebook. Tapi saya tidak punya bukti sahih untuk membantah, sampai akhirnya, hari ini, saya berkesempatan menanyakan langsung kepada direksi Bank Mandiri.

Pak Hery Gunardi, Direktur Bank Mandiri, membantah informasi itu. Jika nasabah salah memasukkan nomor PIN, maka otomatis transaksi dibatalkan. Pun, tidak ada ‘alarm’ yang menyambung ke petugas keamanan, apalagi sampai memanggil polisi saat itu juga. Polisi di Indonesia setahu saya belum secanggih itu sih 😀

Agar aman bertransaksi di ATM, Pak Hery membagi sejumlah tips. Pertama, pastikan nomor PIN ATM tidak diketahui orang lain. Ini bukan tips baru sih, tapi harus selalu diingat. Kalau terpaksa minta tolong kepada orang yang dipercaya untuk bertransaksi di ATM, dan mau tak mau membagi nomor PIN, maka sesegera mungkin ganti nomor tak lama setelah itu.

Menurut Pak Hery, dalam banyak kasus pengaduan nasabah mengenai ‘kehilangan uang’ melalui ATM, pelakunya justru orang-orang terdekat. “Dilihat dari rekaman CCTV, yang mengambil uang biasanya anaknya, suami atau istri, dan orang-orang yang dipercaya. Kadang-kadang kita lupa pernah memberikan izin,” katanya.

Tips kedua, gantilah nomor PIN secara berkala. Menurut Pak Hery sih idealnya PIN diganti sebulan sekali. Tapi tidak mutlak harus begitu. Kalau terlalu sering diganti malah repot kalau lupa hehehe…

Tips selanjutnya, selalu berhati-hati dan waspada saat masuk ke ruang ATM. Jika ada gelagat orang yang mencurigakan, tunggulah hingga kondisi terasa lebih nyaman. Bila memungkinkan, pilihlah mesin ATM yang berada di kompleks kantor cabang bank atau di tempat yang terpantau oleh petugas keamanan.

Terakhir, jangan pernah minta bantuan orang lain saat bertransaksi di ATM. Kalaupun ada orang yang menawarkan bantuan, sedapat mungkin tolak secara halus. Kalau ada masalah atau bingung, carilah bantuan dengan menelpon call-center resmi bank. Nomor call-center biasanya tertera di mesin ATM. Pilihan lainnya, mintalah penjelasan kepada petugas bank, jika Anda bertransaksi di ATM yang berlokasi di kantor cabang bank.

Walaupun harus selalu waspada, namun kita tidak perlu khawatir berlebihan saat bertransaksi lewat ATM, karena sistem keamanan sudah semakin canggih. Jika ada gelagat mencurigakan, bank akan menghubungi kita kok. Salah satu contohnya, jika seorang nasabah terbiasa bertransaksi di beberapa titik di suatu daerah, lalu tiba-tiba dia bertransaksi di tempat yang sangat jauh, petugas bank akan menelpon untuk memastikan bahwa transaksi benar-benar dilakukan oleh nasabah yang bersangkutan.

Demikian pula, jika nasabah lupa mengambil kartu debet setelah transaksi di ATM, sistem akan secara otomatis menelan kartu dan memblokir rekening. Itu yang terjadi pada saya, sekitar sebulan lalu. Seusai bertransaksi di ATM di Bogor, saya lupa mengambilnya kembali. Alhasil kartu pun tertelan dan rekening terblokir, padahal saya baru menyadarinya lebih dari seminggu kemudian heuheuheu…

Ketika saya menelpon call center, petugas menjelaskan bahwa rekening saya aman karena sudah terblokir secara otomatis. Yang perlu saya lakukan kemudian hanyalah datang ke kantor cabang bank terdekat dan meminta kartu baru. Syaratnya mudah saja, bawa buku rekening dan KTP. Tak sampai setengah jam, kartu baru sudah jadi. Gratis!

Mempersiapkan Dana Menikah

Mengelola Dana THR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *