Perkenalkan, Sukuk Tabungan ST 001 Tahun 2016

sukuk tabungan poster

Jika saya punya ‘uang nganggur’ dan sudah jelas akan digunakan pada September 2018 atau lebih lama lagi, saya pasti memilih menyimpannya di Sukuk Tabungan ST 001 Tahun 2016. Ini instrumen investasi syariah yang lebih menguntungkan dibandingkan deposito, dan tentu sangat aman karena dijamin oleh negara.

Sayang seribu sayang, saya sedang tak punya uang menganggur. Heuheuheuheu…

Sukuk Tabungan ST 001 Tahun 2016 atau disingkat ST 001/2016 adalah produk surat utang syariah terbaru yang ditawarkan oleh pemerintah. Sukuk ini dapat dibeli mulai Rp2 juta berikut kelipatannya. Maksimal Rp5 miliar perorang. Pembelian dapat dilakukan di 26 agen penjual yang sudah ditunjuk.

Cara kerja ST 001/2016 sepintas mirip deposito. Saya menyimpulkan produk ini mirip deposito karena hanya dapat dicairkan pada saat jatuh tempo. Sekali dibeli ya sudah, harus sabar menunggu hingga waktunya jatuh tempo atau redemption dua tahun lagi, September 2018. Istilah teknisnya, produk ini memiliki ‘risiko likuiditas’, yakni uang yang disimpan tidak likuid alias tidak bisa sewaktu-waktu ditarik. Meski sudah dikunci selama 2 tahun, tetap disediakan pilihan untuk mencairkan setahun lebih awal, tapi ada syarat dan ketentuannya. Istilahnya: early redemption.

Sukuk jenis baru ini juga tidak likuid karena tidak dapat dijual, tidak dapat dialihkan kepada orang lain, apalagi diperjualbelikan di pasar sekunder seperti umumnya surat berharga lainnya.

Jika cara kerjanya mirip deposito, lalu apa menariknya produk ini? Hm, ada dua poin yang menurut saya membuat produk ini lebih menarik dibandingkan dengan deposito.

Pertama, imbal hasil. Tingkat imbal hasil atau kupon ditetapkan sebesar 6,9% pertahun, lebih tinggi dibandingkan bunga deposito. Sebagai perbandingan, saat ini bunga deposito tenor 1 tahun di BCA adalah 5%, Mandiri 6%, BRI 6,6%, dan secara rata-rata industri adalah 6,5% pertahun. Daftar lengkapnya bisa dicek di sini.

Mengapa imbal hasil ST 001/2016 harus lebih tinggi dibandingkan dengan deposito? Ya untuk menarik investor, dong. Namanya juga jualan.

Imbal hasil sukuk ini akan dibayarkan setiap bulan selama dua tahun. Lalu, setelah tiba masa jatuh tempo, seluruh nilai investasi akan dikembalikan utuh 100%. Ohya, jangan lupa, imbal hasil yang diterima masih harus dipotong pajak pertambahan nilai sebesar 15% ya.

Alasan kedua, produk ini halal. Bagi teman-teman yang selalu mempermasalahkan soal riba dan menjadikannya alasan untuk menolak segala macam produk dan jasa keuangan, produk ini sudah mendapat opini “syariah” MUI lho. Heuheuheu…

Saya bukan tipe orang yang madep mantep apapun kata MUI tapi tanpa tahu apa-apa. Justru, saya lebih memilih mencari tahu pokok persoalan mengapa suatu hal dikatakan halal dan hal lainnya dicap tidak syar’i. Termasuk dalam sukuk yang telah mendapat stempel syariah ini.

Sedikit saya jelaskan ya mengapa produk ini halal dan bebas riba. Jadi begini, inti dari riba adalah spekulasi. Ibaratnya, uang engga diapa-apain kok tiba-tiba nilainya bertambah. Nah, kalau produk ST 001/2016 ini jelas terang benderang ke mana larinya uang investasi kita, dan mengapa kok para investor yang membelinya mendapatkan tambahan uang berupa imbal hasil.

Menurut keterangan Pak Langgeng Basuki dari Kementerian Keuangan (googling sendiri jabatannya jika merasa perlu :D) dalam acara sosialisasi produk ini minggu lalu, uang para investor yang terkumpul dari hasil penjualan ST 001/2016 akan dikumpulkan dalam rekening khusus, yang kemudian akan digunakan untuk menjalankan proyek-proyek infrastruktur yang telah dirancang pemerintah.

“Detail proyek apa yang dibiayai dengan uang ini bisa Anda tanyakan langsung ke saya atau tim di kantor Kemenkeu. Syaratnya, buktikan bahwa Anda adalah salah satu investor sukuk ini,” kata Pak Langgeng.

Sebagai gambaran, surat-surat utang negara yang telah diterbitkan sebelumnya telah digunakan pemerintah untuk membiayai sejumlah proyek, seperti pembangunan rel ganda jalur Cirebon-Kroya, Rel KA di area Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra, pembangunan jalan dan jembatan di beberapa provinsi, asrama haji di beberapa daerah, dll.

Selain digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur, sebagian dana yang terkumpul juga digunakan untuk membiayai aset-aset pemerintah. Ibaratnya, pemerintah menyewakan asetnya kepada investor untuk mendapatkan dana segar.

Sudah cukup jelas kan ke mana larinya uang investor. Tidak ada unsur syubhat, tidak ada spekulasi.

Mengapa kemudian investor mendapatkan imbal hasil setiap bulan? Ya, karena investor sudah meminjamkan uangnya kepada pemerintah, secara otomatis ada nilai tambahnya kan. Mengapa perhitungan imbal hasilnya ditetapkan di depan? Biar tidak ribet perhitungannya, karena pembayaran bunga dan pokoknya dianggarkan dari APBN tahun berikutnya. Kan tidak mudah mengotak-atik APBN, karena ditetapkan oleh Undang-undang.

Panjang sekali ya penjelasannya hehehehehe….

Apakah saya berminat membeli produk ini? Jawabannya IYA, PENGIN BANGET. Tapi sayang, kondisi saat ini belum memungkinkan saya membelinya. Lha wong simpanan deposito dan logam mulia saja barusan dicairkan demi membeli sepetak tanah kavling untuk rumah impian masa depan hihihi…

Saya akan membeli produk ini jika saya punya uang yang sudah terkumpul dan sudah jelas ingin digunakan untuk apa, tapi waktunya belum tiba. Daripada diparkir di deposito, lebih baik diparkir di sukuk yang memberikan manfaat lebih besar.

Saya juga akan membeli produk ini jika saya mendadak punya uang banyak sekali tapi ingin uang itu tetap aman utuh sentosa, tapi sekaligus ingin mendapatkan pendapatan pasif bulanan dari kupon sukuk yang cair setiap bulan. Ah, indahnya 😀

Saat mengikuti acara sosialisasi penawaran sukuk ST 001/2016 itu, secara kebetulan saya duduk satu meja dengan seorang Bapak yang mengaku baru pensiun dari Aramco. Iya, Aramco, perusahaan minyak asal Saudi Arabia itu. Si Bapak tampak sangat tertarik menempatkan sebagian dari uang pensiunnya untuk diinvestasikan di sukuk.  “Buat saya yang penting uangnya aman, dan halal, mbak….,” katanya.

Selama negara Indonesia masih berdiri, insya Allah investasi ini aman. Lha dijamin undang-undang.

Jadi, siapa yang tertarik membeli ST 001/2016? Buruan, masa penawarannya mulai 22 Agustus-2 September 2016.

Kuparkir Motor dengan Bismillah

Cara Mudah Membeli Reksa Dana Secara Online

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *