Merawat Toleransi Bersama Koperasi

18 September 2016, Agnes Monica, mendampingi sejumlah ibu-ibu di Parung, Bogor, Jawa Barat, membuat keset. Iya, Agnes Monica penyanyi pop Indonesia yang sekarang hijrah ke Amerika Serikat itu.

Agnes datang ke Parung untuk menemui para perempuan anggota Koperasi Cinta Damai Wahid yang sedang mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Salah satu pelatihan yang diberikan adalah membuat keset berbahan dasar kain perca.

Agnes, artis muda yang penuh semangat itu datang menemui para anggota koperasi untuk memberikan semangat berwirausaha.

Koperasi Cinta Damai Wahid Institute merupakan koperasi yang digagas oleh The Wahid Institute yang dikelola oleh anak-anak perempuan Presiden Republik Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Koperasi ini didirikan di sejumlah wilayah di pinggiran Ibu Kota yang masih menjadi kantung kemiskinan. Sebagian besar warga bekerja di sektor informal dan belum mendapatkan akses terhadap lembaga keuangan.

Dalam sebuah perbincangan dengan Zannuba Arifah Chafsah, atau lebih dikenal dengan nama Yenny Wahid, saya menanyakan mengapa Koperasi Cinta Damai didirikan di wilayah perkampungan miskin. Bagaimana sistem pengelolaan koperasi agar bisnis terus berjalan dan bahkan berkembang sehingga dapat memberikan manfaat kepada semakin banyak orang.

Mbak Yenny menjawab bahwa tujuan utama pendirian koperasi adalah untuk merawat toleransi. Sebagaimana disematkan dalam namanya, yakni Koperasi Cinta Damai, koperasi ini berupaya mengajak masyarakat untuk saling menjaga kerukunan antarmasyarakat.

Salah satu syarat pendirian koperasi ini adalah anggotanya berasal dari kelompok ras, suku, atau agama yang berbeda. Oleh karena itu, koperasi didirikan di wilayah perbatasan tak jauh dari kota besar, yang memungkinkan interaksi antarsuku, ras, dan agama, saling berkelindan.

Menurut Mbak Yenny, kerukunan dan toleransi hanya akan tercipta bila kesejahteraan telah tercipta, kesenjangan sosial tidak mencolok, dan kondisi ekonomi terjamin. Ketika seluruh anggota masyarakat tidak lagi memikirkan urusan “beras habis, besok makan apa?”, “anak saya tidak dapat mengikuti ujian karena menunggak iuran sekolah”, atau kebutuhan paling dasar semacam itu, maka masyarakat tidak akan mudah terprovokasi oleh isu-isu rasial ataupun isu lain yang berpotensi memecah belah kerukunan.

Foto-foto, dokumentasi The Wahid Institute

Koperasi Cinta Damai saat ini telah beranggotakan tak kurang dari 1.000 orang. Seluruhnya perempuan. Perempuan dipilih sebagai target pemberdayaan melalui koperasi karena dinilai lebih dapat diandalkan untuk mengelola keuangan. Pemilihan perempuan sebagai anggota koperasi, ataupun sebagai nasabah lembaga keuangan mikro, terbukti berhasil. Sebagaimana best practices yang telah dilakukan di Grameen Bank, Bangladesh.

Setiap anggota koperasi diajak mengelola keuangan keluarga agar tidak lagi terbelit utang kepada rentenir. Selain itu, para anggota juga dibekali pelatihan kewirausahaan agar mereka berkesempatan mendapatkan penghasilan tambahan. Dan tentu saja, anggota berhak mengajukan diri untuk mendapatkan pinjaman guna memulai usaha.

Setiap kali anggota koperasi meminjam uang dari koperasi, secara otomatis mereka mendapatkan perlindungan asuransi. Dengan demikian, ketika misalnya peminjam mendapatkan musibah sakit kritis atau meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan tidak dibebani sisa utang yang belum terbayarkan.

Agar bisnis koperasi terus bergulir, pengurus juga tak lelah mengajak para anggota untuk menyimpan uang. Uang simpanan anggota kemudian diputar sebagai pinjaman kepada anggota yang membutuhkan untuk modal usaha. Koperasi berjalan lancar, para anggota pun belajar menabung untuk kebutuhan di masa mendatang.

Selain berupaya meningkatkan kesejahteraan para anggota, Koperasi Cinta Damai juga merawat toleransi melalui interaksi yang terjalin di dalam koperasi. Para anggota, yang berasal dari latar belakang berbeda-beda, diajak untuk bersama-sama menjalankan koperasi dengan prinsip tolong-menolong. Komunikasi antaranggota terjalin melalui pertemuan yang digelar secara mingguan, juga dalam beragam pelatihan yang digelar.

Dari Koperasi Cinta Damai, saya belajar bahwa fungsi koperasi dapat dikembangkan untuk merawat kerukunan.

Reksa Dana Online Menjangkau Pedalaman Kalimantan

Tentang IKF VI dan Mengapa Saya Perlu Datang ke Sana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *