Jaminan Pensiun Bukan Cuma Buat PNS

lorenso1

Saya menabung di reksa dana saham senilai Rp300.000 perbulan untuk mempersiapkan masa pensiun sekitar 25 tahun lagi. Cukup kah?

Dana pensiun merupakan salah satu prioritas yang saya persiapkan sejak sekarang. Alasannya, saya ingin tetap mandiri hingga tua nanti, tidak ingin merepotkan orang lain. Jika saya bisa mandiri secara finansial, maka hari tua saya akan lebih produktif untuk mengerjakan hal-hal lain karena tidak lagi khawatir mengenai kebutuhan pokok.

Dulu saya berpikir tunjangan pensiun hanyalah fasilitas yang dimiliki oleh pegawai negeri sipil (PNS). Pemikiran yang sama juga dimiliki oleh orangtua saya, yang dulu sempat meminta saya mendaftar sebagai PNS agar mendapatkan jaminan pensiun.

Ternyata saya salah, karena jaminan pensiun bukan cuma milik PNS. Siapapun bisa meyiapkan dana pensiun, asalkan mau disiplin menyisihkan dana sejak masih muda.

Saya menyiapkan dana pensiun sejak Mei 2013. Secara khusus saya membeli produk reksa dana saham yang diterbitkan oleh Danareksa Investment Management (DIM).

Mengapa berinvestasi di reksa dana? Mengapa reksa dana saham? Mengapa Danareksa?

Fyi, ini bukan tulisan berbayar ya. Ini semata-mata berbagi pengalaman. Saya menyebutkan merek agar lebih jelas saja.

Saya memilih reksa dana saham karena dana pensiun merupakan tabungan jangka panjang. Setidaknya saya punya waktu minimal 25 tahun untuk mempersiapkan ini. Dengan jangka waktu 25 tahun, saya yakin reksa dana saham yang saya pilih akan mampu melewati segala gejolak naik turun di pasar modal. Secara jangka panjang, tren investasi reksa dana akan terus naik—tentu saja dengan ditingkahi gejolak di sana sini.

Menurut berbagai referensi yang saya baca, juga merujuk pada penjelasan para financial planner, reksa dana saham bisa jadi andalan untuk investasi jangka panjang minimal 5 tahun. Jadi cocok sudah.

Lalu kenapa pilih Danareksa? Alasannya sederhana saja, karena saya tipe orang yang cenderung konservatif. Hehehe…

Sebagaimana saya sebutkan tadi, saya mempersiapkan tabungan pensiun melalui produk reksa dana saham selama 25 tahun. Jangka waktu 25 tahun sangat panjang. Oleh karena itu, saya ingin memastikan bahwa ketika masanya saya mencairkan dana pensiun saya, perusahaan manajer investasi yang saya titipi uang masih akan tetap tegak berdiri.

Danareksa adalah perusahaan manajer investasi yang 100% sahamnya dimiliki pemerintah Indonesia. Kecil kemungkinan perusahaan ini bangkrut. Jika pun bangkrut, insya Allah akan di-bail-out oleh pemerintah 😀

Alasan lainnya, reksa dana saham yang saya persiapkan untuk dana pensiun ini merupakan produk reksa dana saham pertama yang saya beli. Saat itu saya belum berpengalaman, jadi sengaja memilih yang aman-aman saja.

Pada perkembangannya, saya telah berani memilih manajer investasi lain, seperti Schroder dan BNP Paribas. Tapi tentu saja, produk reksa dana pertama yang saya beli, yakni Danareksa Mawar, tetap saya pertahankan hingga kini.

Karena saya konservatif, nilai awal reksa dana saham untuk pensiun juga kecil sekali, Rp200.000 perbulan. Baru setelah melihat perkembangannya selama satu tahun, saya meningkatkan setoran menjadi Rp300.000 perbulan.

Setelah berjalan hampir tiga tahun, perkembangan investasi dana pensiun saya cukup menggembirakan. Walaupun sempat drop pada tahun lalu, karena adanya goncangan di pasar modal Indonesia, namun sekarang kondisi sudah stabil kembali.

Berdasarkan laporan terakhir yang saya terima, posisi nilai buku reksa dana saham milik saya pada 29 Januari 2016 adalah Rp8,90 juta. Pada saat yang sama, nilai rata-rata pasar untuk produk yang sama adalah Rp8,87 juta. Artinya, saya telah mendapatkan ‘untung’ tipis sebanyak 0,80%. Kecil sekali ya… 😀

Kata ‘untung’ sengaja saya berikan tanda kutip, sebab keuntungan ini baru di atas kertas. Keuntungan akan benar-benar terealisasi ketika saya mencairkan rekening reksa dana ini. Jika tidak dicairkan ya artinya belum untung beneran.

Walaupun keuntungan tipis, saya masih percaya adanya potensi kenaikan di masa mendatang. Plus, salah satu kunci penting berinvestasi di reksa dana adalah soal waktu. Semakin cepat memulai investasi, akan semakin besar potensi keuntungan yang akan didapatkan.

Beberapa buku yang ditulis oleh financial planner memberikan contoh perhitungan hasil investasi berdasarkan jangka waktu. Dengan nilai investasi yang sama, tetapi dimulai pada waktu yang berbeda, maka hasilnya akan jauh berbeda. Investasi yang dimulai sejak dini tidak akan terkejar oleh investasi dadakan.

Jika ingin iseng mencoba mengutak-atik perhitungan perkembangan nilai investasi, ada beberapa website yang menyediakan kalkulator reksa dana secara gratis.

Memulai berinvestasi untuk pensiun sejak Mei 2015, saya masih bisa menyetor hanya Rp200.000 perbulan—yang kemudian naik jadi Rp300.000 perbulan, untuk mengejar target dana pensiun senilai Rp2 miliar. Jika saya menunda berinvestasi sampai beberapa tahun lagi, setoran saya pasti akan jauh lebih tinggi dari sekarang, untuk mengejar target dana pensiun yang sama.

Jadi bagaimana, kapan mulai menyiapkan dana pensiun Anda?


Tips Memahami Polis Asuransi Unitlinked

Seperti Jodoh, Memilih Asuransi juga Tak Boleh Sembarangan

3 thoughts on “Jaminan Pensiun Bukan Cuma Buat PNS

  1. Pingback: Tentang Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan | farodila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *