Menjelajah Pasar Sayur dan Buah di Bandungan

Agrowisata Bandungan sudah sangat dikenal sebagai sentra bunga, sayur, dan buah-buahan. Akan tetapi, pamor sayur dan buah memang masih kurang jika dibandingkan dengan bunga mawar dan krisan yang sangat mudah dijumpai di wilayah tersebut.

Jika ingin pengalaman berbeda mengunjungi kawasan Agrowisata Bandungan, Pasar Sayur Jetis sebaiknya tidak luput dari daftar tempat yang dikunjungi.

Suasana di Pasar Sayur Jetis, Bandungan.

 

Datanglah di sore hari, antara pukul 15.000 hingga sesaat setelah matahari tenggelam. Saat itu adalah puncak aktivitas di pasar sayur. Ratusan orang petani berkumpul di pasar, membawa hasil bumi yang telah dikemas rapi dalam karung dan keranjang-keranjang bambu berukuran besar. Di tempat yang sama, para pengepul buah dan sayur berdatangan, membawa serta mobil pick up yang siap membawa muatan. Tawar menawar terjadi dalam hiruk pikuk aktivitas pasar yang sungguh hidup.

Kol, sawi, pakcoy, daun bawang, bayam, kangkung, ditempatkan di ruang terbuka agar mendapatkan cukup sirkulasi udara. Jika tidak, sayuran jenis berdaun tipis itu mudah layu dan membusuk. Sementara itu, di sisi pasar yang lain, berderet rapi keranjang dan karung berisi sayuran yang lebih padat dan kering seperti cabai, tomat, kentang, lobak, terong, jagung, dan labu siam.

Di Pasar Sayur Jetis tidak ada transaksi dalam jumlah kecil. Semua hasil bumi dijual dalam partai besar. Meski demikian, bukan berarti pasar ini hanya untuk para pengepul atau pedagang besar, karena suasana pasar ini di sore hari menarik untuk disinggahi oleh pelancong yang hanya ingin datang berkunjung.

Para petani, pedagang, dan kuli angkut yang hilir mudik di pasar sangat murah senyum, dan rata-rata sadar kamera. Mereka antusias diajak berfoto atau menjadi subjek foto, pun sangat ramah menjajakan dagangan. Jika lapar dan haus, ada warung-warung sederhana menjual aneka gorengan yang disajikan langsung di depan dapur; panas mengepul enak sekali. Juga ada banyak jajanan tradisional berbungkus daun pisang. Sebut saja nagasari, lemper, krawu, dan sagu mutiara. Semuanya murah.

 

PASAR BUAH

Setelah mengunjungi pasar sayur Jetis, lokasi selanjutnya yang sebaiknya tidak dilewatkan adalah Pasar Bandungan. Di tempat ini, aneka buah lokal yang diproduksi oleh warga sekitar dijual dalam partai besar maupun kecil sehingga bisa dibeli oleh pengunjung sebagai buah tangan.

Alpukat dan kelengkeng tentu saja menjadi primadona, karena sudah dikenal kualitasnya. Alpukat yang dijual di Pasar Bandungan adalah jenis alpukat mentega berukuran besar. Jika berkeliling menyusuri area rumah dan kebun milik warga di sekitar Bandungan pada bulan Oktober-November, pohon-pohon alpukat dengan buah besar bergelantungan akan dengan mudah ditemukan. Saat itu lah musim puncak buah alpukat.

Sementara itu, kelengkeng juga sudah lama menjadi semacam tanaman wajib bagi warga Bandungan. Hampir di halaman setiap rumah, terdapat pohon kelengkeng. Kelengkeng juga banyak ditemukan di kebun, sehingga tak heran buah ini banyak ditemukan di Bandungan, apalagi saat puncak musim panen.

Pasar lain yang tak kalah menarik dikunjungi adalah Pasar Jimbaran. Datanglah di pagi hari, ketika aktivitas pasar sedang sibuk-sibuknya. Di sini, bukan hanya sayur dan buah yang dijual, melainkan bermacam-macam bahan makanan dan aneka kebutuhan rumah tangga, sebagaimana pasar tradisional pada umumnya.

Yang menarik dari pasar ini, buat saya pribadi, justru adalah makanan yang dijual. Saya beruntung sekali menemukan ibu pedagang nasi jagung di Pasar Jimbaran. Sungguh istimewa rasa nasi jagung yang dipadukan dengan sayur tempe, sedikit urap sayuran, dan ikan asin yang ditumis dengan cabai rawit. Istimewa.

Berlibur ke kawasan Agrowisata Bandungan tidak akan lengkap tanpa agenda menjelajah pasar-pasar tradisional di sana!

Buah pisang di Pasar Jimbaran.

Kebun Bunga Krisan, Wajah Baru Pariwisata Bandungan

Membangun Rumah Tanpa KPR, Berburu Bongkaran Rumah Limasan Tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *