Investasi Reksa Dana: Pengalaman Pertama

 

reksadana satu

“Sebagai reporter sektor finansial, kamu harus mencoba semua jenis instrumen investasi, biar paham cara kerjanya sehingga tulisanmu jadi masuk akal.” Demikian sabda editor saya kala itu, Mbak Yeni Simanjuntak.

Tak mau dianggap remeh, saya bercerita kepada Mbak Yeni bahwa saya sudah memiliki tabungan dan beberapa lembar logam mulia. Tapi ternyata itu belum membuatnya terkesan. Hahaha…

Mbak Yeni bersikeras meminta saya mencoba instrumen investasi lain, salah satunya adalah investasi reksa dana.

Apa itu reksa dana?

Reksa dana, atau mutual fund, adalah salah satu produk jasa keuangan berbasis pasar modal. Reksa dana ini semacam rekening bersama yang dikelola oleh manajer investasi.

Duit reksa dana dikumpulkan dari setoran nasabah—saya salah satunya—untuk kemudian diinvestasikan ke pasar modal, obligasi, atau deposito. Manajer investasi bertanggung jawab memastikan uang itu dapat menghasilkan keuntungan, bukan malah mblasuk lantas merugi. Caranya, dia harus membeli instrumen investasi yang menguntungkan, jangan sampai salah pilih.

Saya, sebagai nasabah, tidak campur tangan dalam memilih instrumen investasi mana yang akan dibeli dan dijual untuk mendapatkan keuntungan. Semua urusan itu dipercayakan sepenuhnya kepada manajer investasi yang telah saya pilih untuk menjaga uang saya. Yang saya lakukan hanya memilih produk yang saya inginkan.

Kenapa harus menitipkan uang kepada manajer investasi melalu produk reksa dana? Kenapa tidak langsung saja bertransaksi jual beli saham di pasar modal? Karena saya tidak punya cukup uang dan kemampuan untuk bertransaksi di pasar modal. Hehehehe…

Begini penjelasannya. Sebenarnya bisa saja kita membeli saham secara langsung. Aturan Bursa Efek Indonesia menyebutkan siapapun dapat membeli saham perusahaan berstatus “Tbk”, dengan ketentuan minimal pembelian 1 lot atau 100 saham.

Nah, di sini masalahnya. Harga 1 lot saham itu bervariasi, tergantung nilai saham yang akan kita beli. Ambil contoh misalnya, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) saat ini adalah Rp13.175 persaham. Jika ingin membeli 1 lot artinya kita harus menyiapkan dana Rp1,32 juta. Itu baru satu lot. Dalam jual beli (trading) saham, volume 1 lot itu tidak likuid alias kurang greget. Sulit memperdagangkan saham dengan volume sekecil itu. Potensi keuntungan pun jadi terbatas.

Jika dana yang sama kita kumpulkan di satu rekening reksa dana, potensi keuntungan yang dapat kita dapatkan akan lebih besar. Katakanlah uang saya Rp1,32 juta (setara dengan uang untuk membeli 1 lot saham BCA) itu saya setorkan ke manajer investasi, lalu dikumpulkan dengan uang dari ratusan, ribuan, atau jutaan orang lain, maka jumlah total dana yang terkumpul akan cukup untuk membeli banyak saham, dan dapat diperdagangkan dengan mudah. Begitu.

Alasan lainnya, saya tidak percaya diri untuk memilih dan membeli saham sendiri. Oke, saya memang reporter finansial, dan mampu membaca laporan keuangan perusahaan sehingga paham kondisi perusahaan secara mendalam. Istilah lainnya, saya memahami fundamental perusahaan Tbk. Tapi itu saja tidak cukup. Dalam perdagangan saham, seorang investor harus mempertimbangkan banyak hal, seperti kondisi ekonomi global, arah industri, dll, dst. Intinya saya ogah ribet dan mau terima beres saja 😀

Sampai di sini sudah kebayang kan apa itu reksa dana dan bagaimana cara kerjanya? Jika belum, coba dibaca lagi dari awal. Heuheuheu…

Lanjut ke cerita selanjutnya. Saya, atas ‘instruksi’ Mbak Yeni ditambah rasa penasaran, akhirnya memutuskan untuk membeli produk reksa dana pada Mei 2013. Saya membeli produk reksa dana saham dan reksa dana campuran. Apa pula itu reksa dana saham dan campuran? Ribet ye..

Penjelasan sederhananya begini. Reksa dana saham adalah reksa dana yang semua uangnya diinvestasikan untuk membeli saham. Reksa dana campuran adalah reksa dana yang sebagian uangnya diinvestasikan untuk membeli saham, sedangkan sebagian lainnya dibelikan obligasi dan lainnya. Soal obligasi akan saya jelaskan di tulisan berikutnya, biar engga semakin ribet :p

Kembali soal pembelian reksa dana. Saya membeli produk reksa dana itu di Bank Mandiri (enggak apa-apa ya sebut merek), karena kebetulan ada kantor cabang bank itu di lobi kantor saya. Jadi sekalian aja ke Mandiri, engga perlu ongkos buat beli bensin dan bayar parkir.

Bank Mandiri—dan banyak bank lain—berperan sebagai agen penjual produk reksa dana. Artinya, bank ini hanya bertugas menjual, tidak lebih. Biasanya bank bekerja sama dengan banyak manajer investasi yang nitip jual produk mereka untuk ditawarkan kepada nasabah. Seperti pedagang kerupuk nitip jual kerupuknya di warung, begitu kira-kira. Bank menerima titipan dari banyak manajer investasi, sehingga produk reksa dana yang dijual pun beragam. Kita tinggal pilih mau beli yang mana.

Cara belinya bagaimana? Siapkan tanda pengenal, kartu ATM, dan buku tabungan. Bilang ke satpam bank yang menjaga antrean, “Pak, saya ingin buka rekening reksa dana.” Satpam akan mengarahkan kita ke Customer Service, yang akan membantu kita memilih dan membuka rekening reksa dana.

Saya memilih membeli rekening reksa dana dengan sistem cicilan atau installment setiap bulan. Tidak peduli indeks harga saham gabungan naik atau turun, tak peduli hujan badai, saya tetap menyetor sekian rupiah ke rekening reksa dana, karena niat saya berinvestasi di reksa dana adalah untuk investasi jangka panjang.

Setelah dua tahun, bagaimana hasilnya? Saya akan ceritakan di postingan berikutnya…. 😀

Memarkir Dana di Deposito

Investasi Reksa Dana (2): Mencicil Masa Depan Mulai Sekarang

4 thoughts on “Investasi Reksa Dana: Pengalaman Pertama

  1. Terima kasih banyak atas artikelnya.

    Akhirnya setelah baca puluhan artikel, ada juga yang pakai bahasa yang mudah dipahami, yang lain bahasanya kebanyakan terlalu kaku dan banyak istilah aneh yang justru membuat orang awam seperti saya semakin bingung.

    Btw, sudah setahun, apakah ada update?
    Saya pengen reksadana tapi masih bingung. hahaha

    Reply
    1. Hai, Kris…

      Terima kasih banyak atas apresiasinya. Senang sekali mendengar tulisan saya bisa membantu :)))

      Untuk mengetahui apdet perjalanan investasi saya di Reksadana, bisa dibaca di beberapa postingan lain terkait Reksadana. Saya kumpulkan di satu “Categories” berjudul Reksadana. Ada tulisan tentang pengalaman saya memilih produk yang pas, ada tentang membeli reksadana melalui platform online, juga ada tentang mencairkan reksadana.

      Jika ada yang perlu ditanyakan/dikonfirmasi lagi, feel free to ask. Semoga membantu.. 🙂

      Reply
      1. Risno juni yunita

        Alhamdulillah sedikit mengerti, bahasanya cukup dipahami, makasih yah mb.
        btw bisa saya mnta kontak WA mb Farodlilah.

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *