Mengenal Pahlawan di Uang Rupiah Emisi 2016

Uang rupiah emisi tahun 2016, pecahan Rp1.000-Rp100.000.

Bank Indonesia meluncurkan seri uang pecahan rupiah tahun emisi 2016, dimulai dari nilai nominal Rp100.000 hingga Rp100. Uang cetakan baru itu menampilkan gambar 12 orang pahlawan nasional. Sebagian saya kenal dari buku-buku sejarah, tapi ada sebagian lagi yang bahkan sama sekali belum pernah saya dengar namanya.

Beruntung, saya berkesempatan menghadiri peluncuran uang pecahan baru itu di Bank Indonesia, sehingga saya bisa mendapatkan informasi singkat mengenai profil pahlawan-pahlawan yang gambarnya diabadikan dalam uang rupiah yang akan mampir di dompet kita hingga bertahun-tahun mendatang.

  1. Soekarno

Bersama Mohammad Hatta, gambar Soekarno diabadikan dalam uang rupiah kertas pecahan Rp100.000.

Sosok Soekarno tentu sudah dikenal oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia, karena beliau adalah proklamator dan Presiden Indonesia yang pertama. Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Sejak muda, Soekarno dikenal dengan pemikirannya yang progresif menentang penjajahan Belanda. Soekarno berjuang tanpa menenteng senjata, melainkan dengan cara mengobarkan semangat para pejuang untuk melawan penjajah. Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia pada 1927.

  1. (HC) Drs. H. Mohammad Hatta

Bersama Soekarno, gambar Hatta diabadikan dalam uang rupiah kertas pecahan Rp100.000.

Mohammad Hatta lahir di Bukittinggi, 12 Agustus 1902. Beliau menyelesaikan studi di Handels Hogere School (Sekolah tinggi Ekonomi) di Rotterdam, Belanda.

Hatta berjuang melalui pemikirannya di Indische Vereniging atau Perhimpunan Indonesia. Gagasan dan pemikirannya tentang pembangunan ekonomi Indonesia diwujudkan melalui koperasi, sehingga beliau juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

  1. Djuanda Kartawidjaja

Gambar Djuanda diabadikan dalam uang rupiah kertas pecahan Rp50.000.

Djuanda Kartawidjaja lahir di Tasikmalaya pada 1911. Ayahnya adalah seorang guru sekolah dasar Hollandsch Inlandsche School (HIS).

Melalui Deklarasi Djuanda yang dicetuskannya, Djuanda berupaya mempersatukan wilayah Indonesia secara geopolitik. Deklarasi itu menyatukan Pulau Kalimantan dan Jawa dalam satu kesatuan, dan menghapuskan laut internasional di antara kedua pulau. Djuanda memperjuangkan isu pertanian, irigasi, perbaikan jalan, pelabuhan, dan infrastruktur.

  1. S. S. J Ratulangi

Gambar Ratulangi diabadikan dalam uang rupiah kertas pecahan Rp20.000.

  1. S. S. J. Ratulangi, atau dikenal dengan Sam Ratulangi, lahir di Tondano, Minahasa, 5 November 1890. Beliau menyelesaikan pendidikan di Vrije Universiteit Belanda dan Universitas di Zurich, Swiss.

Sam Ratulangi bergerak dalam sebuah organisasi mahasiswa yang berasal dari berbagai negara yang sama-sama sedang menuntut kemerdekaan. Beliau menulis “Manifes Ratulangi” yang menentang penjajahan dan menyerukan persatuan untuk mencapai kemerdekaan.

Sam Ratulangi gugur dalam status tahanan musuh Belanda.

  1. Frans Kaisiepo

Gambar Frans Kaisiepo diabadikan dalam uang rupiah kertas pecahan Rp10.000.

Frans Kaisiepo lahir di Biak, 10 Oktober 1921. Frans menyelesaikan pendidikan di Bestuur atau Sekolah Pamong Praja.

Frans aktif mengajak teman-temannya, para pemuda asal Papua, untuk bersama-sama melawan penjajahan Belanda. Frans pernah menjadi delegasi Konferensi Malino sebagai wakil dari Papua, untuk membicarakan tentang pembentukan Republik Indonesia Serikat. Beliau pula yang berinisiatif mengganti nama Netherland Niew Guinea menjadi Irian.

  1. H. Idham Chalid

Gambar Idham Chalid diabadikan dalam uang rupiah kertas pecahan Rp5.000.

Idham Chalid lahir di Satui, Kalimantan Selatan, pada 27 Agustus 1921. Beliau adalah seorang intelektual muslim, pendidik, dan ulama yang memimpin organisasi Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) selama 28 tahun pada periode 1956-1984. Di pemerintahan, Idham pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Utama.

Semasa muda, Idham pernah ikut bergerilya di Kalimantan Barat bersama Letkol Hassan Basri untuk melawan Belanda. Setelah itu, Idham mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan, salah satunya dengan mendirikan Ittihad Al Ma’ahid Al Islamiyah dan Perguruan Islam Darul Ma’arif.

  1. Mohammad Hoesni Thamrin

Gambar Mohammad Hoesni Thamrin diabadikan dalam uang rupiah kertas pecahan Rp2.000.

MH Thamrin lahir di Sawah Besar, Jakarta, pada 16 Februari 1894. Putra Betawi ini pernah bekerja di KPM, sebuah perusahaan pelayaran milik Belanda.

Thamrin berjuang membela rakyat kecil melalui Volsraad atau Parlemen Hindia Belanda. Ia lantang mengkritisi kebijakan pemerintah Belanda terutama pada masalah penindasan, kesenjangan sosial, lingkungan dan kesehatan.

  1. Tjut Meutia

Gambar Tjut Meutia diabadikan dalam uang rupiah kertas pecahan Rp1.000.

Tjut Meutia lahir di Aceh pada 1870. Masa remajanya dilewati dalam suasana perang. Beliau berjuang mengangkat senjata, bergerilya melawan Belanda, masuk keluar hutan bersama suami dan pasukannya. Hingga pada akhirnya perempuan yang gagah berani itu gugur di tangan serdadu Belanda.

Uang rupiah emisi tahun 2016, pecahan Rp100-Rp1.000.

  1. Mr I Gusti Ketut Pudja

Gambar I Gusti Ketut Pudja diabadikan dalam uang rupiah logam pecahan Rp1.000.

I Gusti Ketut Pudja lahir di Singaraja, Bali, pada 19 mei 1908. Beliau meraih gelar Meester de Rechten (Mr) dari Rechtshoogeschool te Batavia yang kini menjadi Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Ketut Pudja pernah menjabat sebagai anggota PPKI, Gubernur Sunda Kecil (sekarang Provinsi Bali, NTB, dan NTT), Ketua BPK, dan Menteri Kehakiman. Beliau dikenal selalu memperjuangkan hukum dan keadilan.  Beliau juga menghimpun raja-raja di wilayah Sunda Kecil untuk bergabung dengan NKRI melawan penjajahan Belanda.

  1. Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang atau dikenal dengan TB Simatupang

Gambar TB Simatupang diabadikan dalam uang rupiah logam pecahan Rp500.

TB Simatupang lahir di Sindikalang, Sumatera Utara, pada 28 januari 1920. Beliau menamatkan pendidikan pendidikan di Koninklijke Militarij Academie atau Sekolah Militer KNIL.

Beliau adalah seorang tentara, pemikir, dan intelektual yang ikut memimpin perang gerilya bersama Panglima TNI Jenderal Soedirman. Beliau menuliskan perjalanan hidupnya dalam buku “Laporan dari Banaran”.

  1. Tjiptomangunkusumo

Gambar Tjiptomangunkusumo diabadikan dalam uang rupiah logam pecahan Rp200.

Lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 1886. Beliau menamatkan studi di School tot Opleiding van Inlandsche Arsten (STOVIA).

Karirnya dimulai sebagai dokter muda, yang tergerak berjuang membantu mengatasi wabah penyakit pes di Malang. Di bidang politik, Tjipto mendirikan Indische Partij saat menjalani masa pengasingan di Belanda.

  1. Ir. Herman Johannes

Gambar Herman Johannes diabadikan dalam uang rupiah logam pecahan Rp100.

Herman Johannes lahir Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Pada masa revolusi fisik, Johanes yang merupakan ahli fisika dan kimia memanfaatkan keahliannya untuk membantu merakit bom. Setelah perang berakhir, Johannes mendedikasikan diri di bidang pendidikan, riset, dan inovasi. Johanes memimpin Universitas Gadjah mada pada periode 1961-1966.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pemilihan pahlawan yang diabadikan dalam seri uang rupiah terbaru ini dilakukan melalui proses panjang dengan mempertimbangkan keterwakilan wilayah dan gender, serta aman dari kontroversi.

Ohya, sebagai informasi, penerbitan seri uang terbaru ini tidak serta merta membuat uang seri lama tidak berlaku ya. Uang seri lama tetap berlaku selama Bank Indonesia belum mencabut dan menariknya dari peredaran.

Uang seri baru ini secara bertahap akan diedarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Kita bisa mendapatkannya di bank-bank terdekat, atau di mobil kas keliling Bank Indonesia yang jadwal operasinya bisa ditanyakan kepada call center BI di 021 131.

Membangun Rumah Tanpa KPR, Berburu Bongkaran Rumah Limasan Tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *