Mencairkan Reksa Dana

redeem

Saya memutuskan mencairkan seluruh rekening reksa dana pada akhir bulan November, beberapa saat setelah menulis kegelisahan tentang risiko investasi di pasar modal pascaterpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat . Alhamdulillah, return masih positif walaupun tipis.

Sebagaimana saya sampaikan di banyak tulisan, saya sangat optimistis terhadap prospek pasar modal di Indonesia dalam jangka panjang. Namun mengapa kemudian saya memutuskan mencairkan (redeem) seluruh rekening reksa dana?

Ini hanya strategi sementara. Saya mencairkan seluruh investasi reksa dana, sambil berpikir instrumen investasi mana yang paling tepat untuk saat ini.

Sejenak menilik lagi ke belakang, tujuan saya membuka rekening reksa dana–seluruhnya reksa dana saham–adalah untuk dua keperluan. Pertama, reksa dana untuk dana pensiun. Kedua, reksa dana untuk membeli rumah. Dalam menentukan strategi investasi lanjutan setelah mencairkan seluruh rekening, saya harus merujuk pada tujuan yang sudah ditetapkan, yakni dana pensiun dan rumah.

Kebutuhan dana pensiun masih memiliki jangka waktu sangat panjang, oleh karena itu saya masih akan tetap memilih reksa dana saham. Pola investasinya pun masih akan sama, yakni menyetor setiap bulan secara rutin. Nominalnya pun sepertinya masih akan sama, Rp300.000 perbulan.

Kalau pilihannya masih tetap di reksa dana saham, lalu kenapa sekarang ditutup? Sebab saya ingin memindahkannya ke platform online. Agar lebih mudah dipantau dan lebih sederhana. Saya sudah membuka rekening dana investasi, dan siap memindahkan dana ke situ.

Lalu, selanjutnya, kebutuhan untuk membeli rumah. Ini yang akan saya evaluasi. Dua tahun lalu, sewaktu memutuskan membuka rekening reksa dana saham untuk tujuan membeli rumah, saya menetapkan target berinvestasi selama lima tahun. Dana yang terkumpul akan saya manfaatkan untuk membayar uang muka pembelian rumah yang akan saya beli secara kredit alias KPR. Targetnya sih dana yang terkumpul akan mencapai setidaknya 10% dari harga rumah.

Namun kemudian saya berubah pikiran. Saya tidak ingin membeli rumah secara kredit. Soal ini akan saya tuliskan di postingan edisi depan. Pun, saya tidak ingin terlalu lama berpetualang dari hotel ke hotel setiap kali pulang kampung sebab belum punya rumah yang bisa ditinggali (walaupun saya menikmati juga sih petualangan semacam ini, in some ways :p)

Oke, balik lagi ke soal investasi untuk membeli rumah. Saat ini, saya berpikir untuk terlebih dahulu โ€˜menyelamatkanโ€™ investasi saya dari risiko guncangan di pasar modal. Walaupun diprediksi guncangan ini tidak akan berlangsung lama, tapi tetap saja tidak bisa diabaikan. Apalagi tenggat investasi saya sudah hampir jatuh tempo. Alias saya sudah sangat membutuhkan tempat tinggal tetap. Jika saya paksakan tetap investasi di reksa dana, lalu kemudian nilai investasinya benar-benar turun, akan dibutuhkan waktu cukup panjang untuk bisa kembali lagi lalu naik lagi. Saya tidak punya cukup banyak waktu.

Oleh karena itu, pilihan yang menurut saya paling masuk akal saat ini adalah mencairkan reksa dana saham untuk kebutuhan pembelian rumah, kemudian memindahkannya ke instrumen investasi yang lebih tepat. Instrumen investasi apa itu?

Saat ini saya sedang memilih-milih antara reksa dana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, atau deposito.

Reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap relatif lebih aman dari guncangan, jika dibandingkan dengan reksa dana saham yang saya pilih sebelumnya. Pun, potensi return-nya relatif lebih tinggi dibandingkan dengan deposito.

Suku bunga deposito trennya sedang turun, seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia. Posisi BI 7-day Reverse Repo Rate saat ini berada di level 4,75%. Artinya, suku bunga deposito tidak akan jauh-jauh dari itu. Saya sudah mengecek bunga deposito yang ditawarkan oleh beberapa bank. Mereka rata-rata menawarkan suku bunga deposito di kisaran 5,5%-5,75% pertahun untuk deposito bertenor 3 bulan.

Jadi, pilih mana ya? ๐Ÿ˜€

Ohya, hampir lupa, cara mencairkan reksa dana sangat sederhana. Karena saya membeli lewat bank, maka mencairkannya pun lewat bank. Saya datang ke CS bank dan bilang ingin redeem. CS akan memberikan formulir yang harus diisi nama reksa dana, nominal yang ingin dicairkan, dan rekening tujuan pencairan dana. Formulir ditandatangan. Kumpulkan bersama fotokopi KTP. Selesai. Dana akan cair dalam tiga hari kerja.

Bank-bank di Indonesia Milik Siapa?

Mengurus Mutasi Sepeda Motor Tanpa Calo

8 thoughts on “Mencairkan Reksa Dana

  1. Platform online yang ingin digunakan apa mbak kalo boleh tau. Saya juga berencana mulai masuk di reksa dana dalam waktu dekat ini. Masih belum memutuskan apakah lewat bank atau online. Terimakasih mbak.

    Reply
  2. kalau aku di danareksa dan masih pertahankan RD saham karena prakteknya lebih mendekati bagi hasil daripada bunga (ini kayaknya bisa ditulis secara khusus bok,terutama untuk memberitahu org spt aku yg punya RD tp masih sangat awam). selain itu di danareksa jg menyediakan fasilitas jual-beli RD online โ˜บโ˜บ

    Reply
  3. halo, your blog is truly inspiring and informative.
    keep up the good work!
    anyway, I’m new to this reksa dana thing and I have questions
    1. apakah mencairkan reksadana ada biaya nya?
    2. apakah pencairan reksadana harus menyisakan? (harus ada saldo tersisa di rekening)
    3. di link berikut : https://www.bca.co.id/id/Individu/Produk/Investasi-dan-Asuransi/Reksadana/Pilihan-Produk-Reksadana ada tabel kinerja Manajer Investasi, apakah semakin tinggi angka % artinya semakin bagus?

    THANK YOU FOR YOUER HELP ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

    Reply
    1. Haloooo,

      Sorry for the super late response.

      Jawaban saya:
      1. Gratis.
      2. Boleh dicairkan seluruhnya tanpa menutup rekening reksa dana (kemudian lanjut invest lagi mulai dari nol), boleh dicairkan sebagian atau seperlunya (lalu lanjut lagi), boleh juga dicairkan seluruhnya sekalian ditutup rekening reksa dana.
      3. Yes. Semakin tinggi presentase return, artinya pendapatan yang diperoleh investor lebih tinggi. Tapi perlu diingat, presentase itu hanya menunjukkan kinerja di masa lalu ya alias data historical. Tidak menjamin kinerja di masa mendatang akan sebaik/sejelek itu juga. Tapi paling tidak ada gambaran.

      Reply
  4. Saya lihat ini ditulis tgl 1 Desember ’16 ya? Keputusannya tepat sekali saat itu. Karena sekarang baru terlihat kalau masa itu IHSG jatuhnya ga kira2. Tapi alhamdulillah, awal tahun langsung merangkak naik dan sampai hari ini kondisi pasar investasi masih menunjukan peningkatan tren.

    Oiya, Saya juga baru belajar investasi, pengalaman dan pertimbangan yang saya baca dari posting mbak sebelumnya tentang awal investasi juga seperti pemikiran saya. Awalnya dari ingin tahu, nyoba masuk biar lebih tahu, baru satu bulan belajar, malah sekarang saya sudah punya 5 reksadana dengan tipe investasi berbeda dan alhamdulillah masih positif semua. Ingin masuk ke pasar saham tapi masih takut karena harus banyak yang dipertimbangkan sebelum membeli saham untuk investasi. Jadi sementara masih belajar dulu sambil nyari-nyari review investor saham di Indonesia. Dan ternyata cukup susah ditemukan, karena sebagian besar adalah tipe trader.

    Btw, saya suka baca tulisannya, karena ini pengalaman riil dan mungkin karena tuntutan profesi jadi mbak lebih banyak update mengenai kondisi pasar di Indonesia. Kalau ada update berita mengenai kemungkinan kondisi di Indonesia dan dunia di masa mendatang bisa harapan saya bisa dituliskan juga. Contohnya di 2018 ini pemerintah sepertinya semakin mengebut target pembangunan sebelum pemilu 2019 tiba, sampai JSMR pun harus mengembangkan sayap lebih lebar untuk memenuhi target ini. Dengan begitu ada potensi pasar di bidang konstruksi akan meningkat di tahun 2018 ini. Ini bisa menjadi salah satu indikator positif untuk membeli reksadana saham / portofolio saham di bidang konstruksi.

    Sekedar saran saja, sambil sama-sama belajar menganalisa pasar.

    Reply
    1. Halo Mas Sony,

      Terima kasih sudah membaca tulisan saya.. Sebagai selama investor pemula, kita memang harus terus belajar.

      Dan iya bener banget, setahun kemarin reksa dana rata-rata positif, selaras dengan IHSG yg naik hampir 20%. I’m happy. Tahun ini banyak ekonom memproyeksi pasar modal masih akan terus bagus. Pertanyaannya, saham-saham mana yg akan perform? Reksa dana mana yg akan kasih return bagus? Coba saya tuliskan nanti ya, berdasarkan apdet dari para ekonom itu. Tapi agar tidak tampak seperti membaca berita, saya akan coba jelaskan dengan bahasa sehari-hari.

      Thanks

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *