Kebun Bunga Krisan, Wajah Baru Pariwisata Bandungan

Hamparan Bunga Krisan di Bandungan

Hamparan bunga krisan di Bandungan.

Hamparan bunga krisan warna-warni sangat menarik dijadikan sebagai latar berfoto selfie ataupun foto beramai-ramai. Cekrek, cekrek, lalu apload di media sosial. Sungguh eksis dan kekinian.

Di Bandungan, Kabupaten Semarang, kita bisa mengunjungi kebun-kebun bunga krisan milik petani yang sengaja dibuka untuk umum ketika kuncup-kuncup bunga sudah mulai merekah.

Di kawasan Agrowisata Bandungan, setidaknya ada 4 kebun bunga krisan yang dikelola secara khusus sebagai objek wisata. Salah satunya adalah Setiya Aji Flower Farm di Desa Jetis, yang berlokasi tidak seberapa jauh dari Pasar Bandungan. Ada banyak papan penanda penunjuk jalan yang mengarahkan pengunjung, sehingga kebun mudah ditemukan.

Kebun bunga seluas sekitar 1 hektare ini merupakan gabungan dari petak-petak kebun bunga milik beberapa petani yang tergabung dalam kelompok tani Desa Jetis. Sebagian besar tanaman yang dibudidayakan adalah bunga krisan, yang merupakan salah satu komoditas utama di wilayah tersebut. Bunga krisan asal Bandungan memang telah lama dijual ke berbagai wilayah di Jawa Tengah seperti Solo dan Semarang.

Setiya Aji Flower Farm, yang mengklaim sebagai pelopor pertama wisata kebun bunga krisan, melihat peluang menarik seiring dengan perkembangan media sosial berikut meningkatnya hasrat untuk eksis. Aktif berpromosi di media sosial, terutama Instagram, Setiya Aji kini menjadi salah satu objek wisata utama di Bandungan.

Pemandangan Setiya Aji Flower Farm di Bandungan

Kebun bunga krisan Setiya Aji Flower Farm, dilihat dari menara pandang.

Setiap akhir pekan, pengunjung yang memadati area kebun bunga dapat mencapai ratusan, bahkan ribuan orang. Dengan tiket masuk Rp7.500 per orang, tanpa ada batasan waktu, jumlah wisatawan yang berkunjung semakin meningkat dan berasal dari berbagai kalangan.

Selain aktif memanfaatkan media sosial, Setiya Aji juga rajin menggelar kompetisi untuk membangun rasa keterikatan dengan pengunjung. Saat ini, sedang berlangsung kontes selfie di kebun bunga berhadiah Rp1,5 juta. Pesertanya banyak sekali.

Langkah sukses Setiya Aji diikuti oleh kebun-kebun bunga lainnya. Secara berkelompok, para petani bunga mengorganisasikan diri untuk bisa menawarkan objek wisata baru kepada para wisatawan Bandungan.

Hadirnya kebun-kebun bunga sebagai tempat wisata memberikan alternatif baru yang segar bagi para wisatawan, terutama wisatawan lokal. Jarak Bandungan yang tidak terlalu jauh dari Semarang, Ambarawa, dan Salatiga, membuat posisinya sangat strategis. Apalagi, akses jalan menuju ke sana sangat baik, dengan jalan beraspal mulus.

Kebun bunga yang selalu ramai pengunjung juga membawa berkah bagi para petani. Pendapatan dari tiket biaya masuk, setelah dikurangi biaya perawatan dan pemeliharaan fasilitas untuk pengunjung kebun, cukup bisa diandalkan sebagai pemasukan tambahan selain hasil panen bunga krisan.

TIPS DAN TRIK

Petani Memanen Bunga Krisan

Seorang petani sedang memanen bunga krisan untuk dijual ke pasar bunga di Bandungan.

Untuk mendapatkan pengalaman terbaik mengunjungi kebun bunga krisan di Bandungan, saya punya beberapa tips bagi para wisatawan yang ingin menikmati suasana kebun sekaligus membawa pulang hasil foto yang bagus.

Pertama, datanglah di saat golden hours. Menurut para fotografer, sumber cahaya alami paling bagus adalah pada saat golden hours di pagi hari antara pukul 06.00-08.00 atau sore hari mulai pukul 15.30 hingga menjelang matahari terbenam. Di luar jam-jam itu, sinar matahari akan tampak terang tetapi datar alias putih pucat. Oleh karena itu, pilihlah jam berkunjung pagi-pagi sekali atau sore sekalian ketika sinar matahari sudah berubah menjadi agak kekuningan.

Saya sendiri datang ke kebun krisan pada sore hari. Hasilnya, saya mendapatkan foto dengan pencahayaan alami berupa sinar matahari sore yang hangat. Sebagai bonusnya, saya juga berkesempatan mengobrol dengan salah seorang petani bunga yang sedang memanen bunga-bunga krisan untuk dijual keesokan harinya.

Mengunjungi kebun di saat golden hours juga membuat pengunjung bebas dari sengatan matahari pada saat mengeksplorasi area kebun seluas 1 hektare tersebut. Juga, lebih nyaman bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan dari menara pandang karena sinar matahari tidak terlampau terik.

Tips kedua, pilihlah pakaian dengan warna-warna cerah. Bunga krisan kuning, merah, marun, ungu, dan putih, akan sangat menarik bila disandingkan dengan baju berwarna cerah dan senyum pengunjung yang merekah.

Ketiga, ikuti petunjuk yang disiapkan oleh pengelola kebun. Tidak seluruh area kebun dipenuhi oleh hamparan bunga yang bermekaran, sebab kebun memang didesain agar panen dapat dilakukan secara berkala, tidak serempak. Di jalur yang dilewati pengunjung, ada papan petunjuk yang mengarahkan ke petak kebun dengan bunga-bunga mekar. Sebelum bunga mekar, biasanya petak kebun ditutup untuk pengunjung, tetapi tetap bisa dikunjungi asalkan mendapatkan izin.

Tips selanjutnya, pastikan baterai kamera atau ponsel berkamera penuh. Sebab percayalah, di kebun bunga yang penuh krisan warna-warni, godaan untuk berpose berkali-kali sangat sulit diabaikan. Butuh tenaga baterai yang mumpuni untuk memastikan seluruh momen terekam sempurna.

Terakhir, segeralah berangkat begitu ada kesempatan. Selamat menikmati bunga krisan di Bandungan!

Kuncup Bunga Krisan Mulai Bermekaran

Kuncup bunga krisan yang mulai bermekaran, diterpa sinar matahari sore yang hangat.

Bermain dan Belajar Bersama Start-up di IKF VI

Menjelajah Pasar Sayur dan Buah di Bandungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *