Reksa Dana Online Menjangkau Pedalaman Kalimantan

Teknologi memungkinkan siapapun, di daerah manapun, untuk dapat menikmati peluang menjadi investor pasar modal. Teknologi itu bernama reksa dana online.

investasi reksa dana online

Nanga Bulik. Sebuah desa kecil di Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah. Dibutuhkan waktu sekitar 10 jam perjalanan darat dari Palangkaraya  atau dua jam ke bandara terdekat di Pangkalan Bun. Mungkin belum banyak orang mengenal daerah baru hasil pemekaran wilayah ini, bahkan namanya pun masih asing terdengar di telinga. Akan tetapi, di balik keterpencilan itu, ada satu orang investor asal Nanga Bulik yang sejak tiga tahun terakhir rutin berinvestasi di reksa dana secara online.

Investor itu bernama Muashomah, seorang guru di SMA 1 Lamandau. Omah, demikian dia akrab disapa, adalah sahabat saya sejak lama. Walau terpisah jarak, kami kerap berdiskusi tentang apa saja, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan.

Kami memiliki ketertarikan yang sama tentang investasi. Ketika saya sudah mulai berinvestasi di reksa dana, dia pun penasaran untuk mencari informasi lebih lanjut. Tak seberapa lama berselang sejak saya memilih  investasi reksa dana Danareksa Investment Management (Danareksa) dengan membuka rekening reksa dana Mawar dan Anggrek, Omah memutuskan bergabung.

Tempat tinggalnya yang jauh dari perkotaan tidak menjadi penghalang, karena investasi bisa dilakukan secara online. Ketika Omah memulai investasi pada  2013 lalu, proses pendaftaran untuk menjadi investor reksa dana masih dilakukan dengan ‘separuh online’. Dalam artian, pengisian formulir pendaftaran dilakukan secara online, namun calon investor masih harus mencetak formulir itu, ditandatangani dengan tinta basah, ditempel materai, sebelum kemudian dikirim ke kantor perusahaan manajer investasi. Sekarang, semua proses itu seluruhnya dapat dilakukan secara online, sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan penggunaan tanda tangan digital dalam pembukaan rekening dana investasi.

Kemudahan berinvestasi semakin terasa ketika Danareksa kemudian menjalin kerja sama dengan sebuah bank swasta nasional dalam sistem autodebet reksa dana. Seluruh nasabah bank itu dapat mendaftar autodebet untuk menyetor tambahan (top up) saldo di rekening reksa dana. Omah memanfaatkan layanan ini karena gratis dan mudah. Setiap bulan, secara otomatis bank akan mendebet sekian rupiah dana dari tabungan untuk masuk ke rekening reksa dana, gratis tanpa biaya.

Selain memanfaatkan fasilitas autodebet, top-up juga dapat dilakukan melalui transfer bank langsung ke rekening dana investasi reksa dana atas nama kita sendiri.

Selama tiga tahun melakukan investasi reksa dana online DIM, Omah dapat memantau pergerakan investasinya kapan pun secara online melalui website Danareksa. Perkembangan investasi juga dilaporkan setiap bulan melalui email. Termasuk, ketika pada awal 2015, Danareka mengumumkan likuidasi produk Danaraksa Anggrek dan mengembalikan seluruh dana investasi berikut hasil pengembangannya kepada nasabah. Di mana pun investor berada, semua mendapatkan informasi yang sama dalam waktu yang sama, karena semua proses dilakukan secara online.

Muashomah, seperti juga saya, telah mengalami dinamika berinvestasi di reksa dana saham. Kami telah melampaui titik-titik tinggi ketika nilai investasi tumbuh pesat, juga telah merasakan dahsyatnya guncangan di pasar modal yang menyebabkan nilai investasi kami terjerembab, sebelum akhirnya kembali rebound.

“Aku sih tutup mata. Lagian aku percaya kalau reksa dana saham akan aman selama untuk jangka panjang. Ini kan tujuannya untuk pendidikan anak. Jangka panjang,” katanya.

Reksa dana adalah kendaraan kami untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan jangka panjang. Kami percaya bahwa berinvestasi di reksa dana jauh lebih aman dan mudah jika dibandingkan dengan berinvestasi langsung jual beli saham di pasar modal.

Berinvestasi di reksa dana, kami juga bisa mempelajari alur perputaran dana investasi sehingga sedikit banyak mampu memahami ke mana uang kami diputar dan dikelola.  Kami paham risiko sehingga bisa lebih mengatur ekspektasi dan tidak mudah gumunan terhadap macam-macam tawaran investasi yang tidak jelas juntrungannya.

Tiga tahun Muashomah rutin menyetor Rp500.000 ke rekening reksa dana. Dia meyakini bahwa apa yang dilakukannya akan bermanfaat kelak.

Dari dia kita bisa berkaca, bahwa tak ada lagi alasan untuk menunda investasi. Sepanjang kita mendapatkan akses internet, maka kita bisa mulai berinvestasi dengan cepat, mudah, dan aman, melalui sistem reksa dana online.

”Artikel ini diikutsertakan dalam kompetisi blog ‘Blogging Competition – Reksa Dana Online DIM, Investasi Aman dan Mudah’. Isi dan tulisan dari artikel/blog post ini diluar tanggung jawab Danareksa Investment Management”.

Bagaimana Memulai Investasi (2): Memilih Instrumen yang Cocok

Merawat Toleransi Bersama Koperasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *