Flazz BCA Mempermudah Transaksi Sehari-hari

flazz-lagi

Saya termasuk generasi awal pengguna uang elektronik Flazz BCA. Saya mulai menggunakannya untuk bertransaksi sehari-hari sejak awal 2014 sampai hari ini.

Pada awal 2014, ketika banyak orang masih mengantre membeli karcis Transjakarta dan tiket harian berjaminan kereta commuter line, saya sudah melenggang dengan Flazz BCA. Tidak perlu antre setiap kali bepergian. Selama saldo di uang elektronik mencukupi, selama itu pula kita bebas bertransaksi. Mudah dan cepat.

Sebagai generasi awal pengguna uang elektronik, saya juga berkesempatan menikmati aneka promo besar-besaran yang dilakukan BCA untuk mempromosikan produk ini. Di antara promo yang paling saya sukai adalah ketika BCA menawarkan gratis upgrade dari gelas reguler menjadi large untuk setiap pembelian minuman bubble favorit saya. It was a great deal! Saat promo itu berlangsung, rasanya ingin sekali setiap hari beli minuman bubble itu. Hehehe…

Selain menawarkan banyak promo, hal lain yang saya sukai dari Flazz BCA adalah jangkauannya yang sangat luas. Saya bisa berbelanja tanpa uang tunai dengan menggunakan Flazz di banyak tempat. Mulai dari minimarket terdekat dengan kost, supermarket, tempat makan dan restoran, tempat jajan, vending machine minuman dan makanan ringan di beberapa tempat, toko buku, membayar taksi, parkir, sampai membayar tol pun bisa.

Karena telah terbiasa bertransaksi nontunai dengan Flazz BCA, saya tidak lagi terkaget-kaget ketika berkesempatan tinggal di Melbourne, Australia, pada 2015 lalu. Di kota modern yang mendapat predikat The Most Livable City in The World itu, seluruh transaksi di kendaraan umum dilakukan secara nontunai menggunakan uang elektronik yang dinamakan Myki Card. Prinsip kerjanya sama persis dengan Flazz BCA. Kartu ditempelkan di gate stasiun kereta, atau ditempelkan pada mesin tiket di tram dan bus. Saldo akan otomatis terpotong sesuai dengan biaya transportasi. Semudah itu.

Bangga rasanya karena produk dalam negeri ternyata tak kalah dengan produk yang dikenal di kota semodern Melbourne. Bahkan Flazz BCA lebih canggih dibandingkan Myki Card, karena bisa digunakan untuk berbelanja, sedangkan Myki hanya bisa dimanfaatkan untuk membayar biaya angkutan umum.

Berbelanja tanpa uang tunai sangat menghemat waktu dan energi. Tidak perlu menunggu uang kembalian, karena saldo akan dipotong persis senilai belanjaan sampai ke nominal terkecil sekalipun. Tak perlu pula repot menyiapkan uang pas untuk bertransaksi di tol atau membayar parkir. Tidak perlu mengantre panjang untuk membeli tiket angkutan umum. Segala kerepotan kecil terkait transaksi sehari-hari bisa dipangkas. Hidup bisa sedikit lebih mudah.

Bukan hanya memudahkan kita sebagai konsumen, berbelanja secara nontunai juga membantu efisiensi setiap transaksi. Bayangkan, dahulu berapa uang pecahan yang harus disiapkan pengelola bus Transjakarta dan kereta commuter line untuk melayani transaksi ratusan ribu orang penumpang setiap hari? Sekarang sebagian besar kerepotan itu telah teratasi karena semakin banyak orang bertransaksi menggunakan uang elektronik.

Sejak awal 2014 hingga sekarang, saya rutin memanfaatkan Flazz BCA untuk transaksi sehari-hari. Setiap kali saldo menipis, saya selalu mengisinya ulang sesuai kebutuhan. Caranya mudah sekali. Selain lewat ATM, saldo Flazz BCA dapat diisi ulang di sejumlah stasiun commuter line, bisa juga di minimarket terdekat, dengan menyetorkan uang tunai kepada kasir yang akan membantu kita menambahkan saldo ke uang elektronik. Flazz BCA pun siap digunakan kembali.

#MyBCAexperience #InovasiBCA

berpartisipasi dalam “My BCA Experience” Blog Competition

Berpetualang di Baturraden

Menjaga Tuah Waduk Kedung Ombo

2 thoughts on “Flazz BCA Mempermudah Transaksi Sehari-hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *