Trump Effect: Duh, Investasi Saya Digoyang Donald Trump!

trump

foto: donaldtrump.org

Saya sudah bersiap-siap menerima laporan bulanan hasil investasi reksa dana yang akan ‘memerah’ di akhir bulan nanti. Gara-gara Donald Trump!

Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat, tetapi mengapa dampaknya sampai ke Indonesia, bahkan mempengaruhi nilai investasi saya?

Penjelasan sederhanya begini. Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS. Menengok pada kampanye terdahulu, salah satu kebijakan yang paling berpengaruh terhadap pasar modal Indonesia—di mana saya berinvestasi—adalah rencana Trump untuk menggenjot belanja di Amerika sana. Ketika belanja naik, apalagi naik tinggi dalam waktu singkat, dampaknya adalah inflasi. Untuk mengerem inflasi, biasanya langkah yang akan diambil Bank Sentral AS atau The Federal Reserve atau The Fed adalah menaikkan suku bunga acuan.

Memang, The Fed telah lama berancang-ancang ingin menaikkan suku bunga acuan pada akhir tahun ini. Akan tetapi, di masa kepemimpinan Trump, para ekonom hampir memastikan kenaikan suku bunga acuan akan terjadi lebih cepat. Kemungkinan awal Desember. Apa dampaknya terhadap Indonesia? Banyak.

Ketika The Fed menaikkan suku bunga acuan, pasar modal Indonesia akan terguncang. Apa pasal? Sebab, sebagian investor asing yang saat ini menanamkan dananya di pasar modal Indonesia akan memilih mengalihkan dananya ke AS karena prospek ekonomi di sana dinilai lebih baik dibandingkan Indonesia. Saat ini mereka memilih berinvestasi di Indonesia karena AS masih menerapkan kebijakan suku bunga rendah. Sangat rendah bahkan. Jika kebijakan berubah, dengan tawaran suku bunga yang naik dan terus naik, maka prospek AS pasti akan menjadi lebih menarik bagi investor.

Dampak pemindahan dana investor asing ini bisa sangat telak memukul pasar modal Indonesia. Sebab, porsi investasi asing di pasar modal Indonesia sangat besar. Menurut catatan Bursa Efek Indonesia, jumlah investasi asing mencapai 63% dari total investasi. Nah, ketika dana-dana asing itu pindah, secara otomatis pasar modal kita goyah. Itulah mengapa, penting bagi kita warga negara Indonesia untuk mulai berinvestasi di pasar modal. Selain untuk kepentingan pribadi, juga membawa misi membela ekonomi bangsa 😀

Kembali lagi ke soal Donald Trump. Dia baru terpilih sebagai presiden, belum dilantik, akan tetapi goncangan terhadap pasar modal Indonesia sudah sangat terasa selama sepekan terakhir. Ini yang dinamakan sentimen. Tepatnya, sentimen negatif. Sebagian orang menyebutnya: Trump Effect!

Di tengah sentimen negatif ini, sebagian investor asing memilih menarik dana dari pasar modal Indonesia dan memilih mengalihkannya ke instrumen yang dinilai lebih aman. Istilahnya, mereka memilih safe haven. Dalam hal ini, safe haven yang dipilih adalah obligasi pemerintah AS. Ada juga yang memilih mengalihkan dananya ke emas.

Dampaknya ke pasar modal Indonesia langsung terasa. Setelah pengumuman terpilihnya Trump pada 9 November 2016, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung anjlok. Pada hari itu, IHSG ditutup menurun 1.03% menjadi 5.414. Penurunan terus berlanjut sampai berhari-hari. Sore ini, untunglah, reli penurunan itu berhenti. Indeks ditutup menguat tipis pada posisi 5.193.

Lalu apa dampaknya terhadap investasi saya?

Seperti saya ceritakan di beberapa postingan sebelumnya, saya memiliki tiga rekening reksadana yang seluruhnya adalah reksa dana saham. Artinya, apapun yang terjadi di pasar modal akan sangat berpengaruh terhadap investasi saya, karena dana investasi saya diputar di situ. Ketika IHSG anjlok 4,08% dalam waktu sepekan setelah Trump terpilih, maka secara otomatis dana investasi saya di reksa dana juga ikut terpengaruh.

Apakah investasi saya di reksa dana akan turun sebesar penurunan IHSG? Belum tentu. Bisa iya, bisa tidak. Itu tergantung kecanggihan manajer investasi yang saya pilih. Kalau mereka jago, pasti sudah bisa mengantisipasi risiko goncangan Trump ini dan menyiapkan strategi untuk bertahan.

Posisi terakhir laporan bulanan yang saya terima, kinerja reksa dana saya per 30 Oktober 2016 mencatatkan kenaikan masing-masing 13,92%, 13,60%, dan 2,80%. Akan seperti apa setelah Trump? Kita lihat saja!

Menjaga Tuah Waduk Kedung Ombo

Bank-bank di Indonesia Milik Siapa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *