Berpetualang di Baturraden

Mengunjungi Baturraden adalah sebuah awal untuk memasuki petualangan di lereng Gunung Slamet. Ada banyak pilihan tempat yang bisa dikunjungi, disesuaikan dengan kekuatan fisik dan suasana hati.

Kawasan Wisata Baturraden berlokasi di sebelah utara Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Di tempat ini, ada sejumlah tempat wisata yang didominasi oleh wisata alam.

Sejak dahulu, kawasan wisata Baturraden telah dikenal sebagai tempat melancong yang mengandalkan suasana sejuk pegunungan, lengkap dengan pepohonan hijau yang memanjakan mata. Ada banyak vila dan penginapan yang bisa dipilih untuk beristirahat.

Salah satu primadona yang menjadi tujuan utama kunjungan wisatawan adalah Wana Wisata Baturraden, yang dikenal dengan pemandian air panas dan taman bermain untuk anak-anak.

Sejak 2015 lalu, ada destinasi wisata baru yang menarik perhatian, yakni Kebun Raya Baturraden. Kebun Raya yang diresmikan oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri ini diklaim sebagai yang terluas di Indonesia. Menurut informasi di www.kebunrayabaturraden.org, luas kebun raya ini mencapai 143,5 hektare. Sebagai perbandingan, luas Kebun Raya Bogor adalah 84 hektare.

Saya bersama suami berkunjung ke Baturraden pada awal Februari 2016. Menumpang kereta api Kamandaka, perjalanan dari Semarang ke Purwokerto menempuh jarak sekitar 208 km dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Saat itu musim hujan. Sepanjang jalan setelah kereta berbelok dari jalur Pantura ke arah Slawi, pemandangan yang disuguhkan dari jendela gerbong kereta sungguhlah menawan. Saya menikmati rangkaian pegunungan yang berderet dari Pekalongan hingga Banjarnegara, dengan gunung Slamet sebagai puncaknya. Kaki-kaki pegunungan berselimut kabut putih.

Kami sampai di stasiun besar Purwokerto menjelang petang, disambut hujan rintik dan udara sejuk. Sate kambing muda yang kami jumpai di seberang hotel menjadi penyelamat perut yang keroncongan. Setelah kenyang, kami pun dapat beristirahat dengan nyaman.

Petualangan di Baturraden baru kami mulai keesokan harinya. Dimulai dari Kebun Raya Baturraden!

 

Hal yang pertama kali terlihat setelah memasuki gerbang adalah hamparan tanaman dan bebungaan warna-warni. Sedap dipandang dan sangat fotogenik. Pantas saja spot ini tak pernah sekalipun sepi pengunjung yang tak henti memotret dan merekam dari segala sudut.

Menyadari bahwa hamparan tanaman warna warni bakal menarik pengunjung, pengelola Kebun Raya rupanya telah mengantisipasi agar taman tidak rusak. Ada pagar bambu dipasang mengelilingi setiap petak tanaman.

Tak seberapa jauh dari taman bunga, ada hamparan luas rerumputan hijau yang sangat mengundang untuk dinikmati. Saat kami datang, ada rombongan pengunjung yang memanfaatkan lapangan berumput untuk menggelar acara arisan.

Melangkah lebih jauh lagi, ada jalan setapak yang mengarahkan pengunjung menuju sepetak kebun yang khusus ditumbuhi tanaman obat, serta sebuah taman bermain yang dilengkapi dengan rumah pohon. Suasana lebih sepi.

Berjalan lebih dalam lagi ke dalam area Kebun Raya Baturraden, pengunjung berkesempatan mengalami petualangan untuk mencapai sejumlah objek wisata alam. Petualangan ini membutuhkan lebih banyak kekuatan fisik dibandingkan jika hanya memilih berfoto-foto di taman, akan tetapi ganjarannya setimpal.

Pengunjung menikmati aliran air hangat di Pancuran Pitu

Berjarak sekitar enam kilometer dari gerbang utama Kebun Raya Baturraden, terdapat obyek wisata alam Pancuran Pitu. Itu adalah sumber mata air alami yang muncul dari tujuh lubang yang saling berjejeran. Airnya hangat dan beraroma belerang. Konon, air beserta lumpur belerang ini berkhasiat mengobati letih, juga ampuh menghalau penyakit kulit. Tanpa perlu tinjauan teknis pun pun, memang air hangat dari pancuran sangat efektif menghilangkan pegal di kaki. Siapa bisa menolak merendam kaki di air hangat setelah berjalan kaki menyusuri ratusan anak tangga yang curam dari area parkiran sampai ke pancuran.…

Di sekitar pancuran, ada beberapa warga yang menawarkan jasa memijat kaki menggunakan lulur belerang. Tarifnya sangat terjangkau, hanya Rp10.000. Mereka juga menawarkan paket bubuk belerang yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Suasana di area Pancuran Pitu sangat fotogenik. Air hangat dari pancuran mengalir ke arah lembah yang dikelilingi oleh pepohonan hijau yang terhampar sejauh mata memandang. Di beberapa tempat terdapat tempat duduk sederhana dari bambu, cocok untuk melepas lelah sembari menikmati suasana.

Nah, jika masih ada banyak waktu dan memiliki cukup energi, ada banyak pilihan wisata alam lainnya yang patut dicoba. Tak seberapa jauh dari gerbang Kebun Raya, tepatnya berjarak sekitar 1,5 km ke arah tenggara, terdapat Baturraden Adventure Forest yang menawarkan beragam kegiatan petualangan alam seperti selusur sungai, ngarai, dan air terjun. Sangat sesuai bagi pecinta kegiatan outdoor yang menantang.

Menyusuri sungai bersama Baturraden Adventure Forest

Suami saya, yang beberapa waktu lalu pernah merasakan pengalaman bersama tim Baturraden Adventure Forest mengaku sangat menikmati waktu dua hari di sana. Selain menjajal sejumlah permainan, dia juga merasakan pengalaman menginap di area outbond. Seru sekali.

Berkunjung ke Baturraden, jangan lupa pula menikmati kuliner khas Banyumas. Apalagi kalau bukan Soto Sokaraja dan tempe mendoan panas yang baru selesai diangkat dari penggorengan. Hmm…

Selamat berpetualang!

Suasana di Pauncuran Pitu

***

Foto dan video oleh Arif Nugroho, suamiku 🙂

Ketika Kinerja Reksa Dana Tidak Sesuai Rencana

Flazz BCA Mempermudah Transaksi Sehari-hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *